BENGKULU, 7 Agustus 2026 – Praktik yang dinilai tidak lazim terjadi pada proyek revitalisasi SDN 77 Kota Bengkulu. Seorang oknum kontraktor ternama di Kota Bengkulu berinisial WL, yang dikenal kerap menangani proyek bernilai besar di tingkat kota maupun provinsi, diduga terlibat langsung dalam proyek swakelola dengan mengaku sebagai pekerja tukang.
Berdasarkan pantauan di lapangan, WL terlihat mendatangi lokasi proyek menggunakan mobil pribadi. Namun, saat dikonfirmasi oleh awak media pada Jumat (7/8), ia menyatakan bahwa dirinya hanya bekerja sebagai tukang dengan upah harian sebesar Rp160.000.
Pengakuan tersebut justru memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, proyek revitalisasi sekolah yang dilaksanakan melalui mekanisme swakelola semestinya dikelola oleh pihak sekolah atau komite sesuai ketentuan yang berlaku, bukan dikerjakan atau dikuasai oleh pihak ketiga.
Sejumlah pihak menduga pengakuan WL sebagai tukang merupakan upaya untuk menyembunyikan peran sebenarnya di lapangan. Dugaan tersebut semakin menguat karena WL disebut-sebut mengendalikan sejumlah item pekerjaan utama dalam proyek revitalisasi SDN 77 Kota Bengkulu.
Proyek revitalisasi SDN 77 diketahui bersumber dari anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan nilai mencapai Rp1.567.289.068. Besarnya anggaran tersebut diharapkan dikelola secara transparan, akuntabel, dan sesuai petunjuk teknis pelaksanaan swakelola.
Hingga berita ini diterbitkan, berbagai kalangan masyarakat mendesak dinas terkait serta aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penyimpangan dan praktik monopoli dalam pelaksanaan proyek tersebut. Dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari seluruh pihak terkait serta pembuktian lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
(Team)





