CCTV Rekam Diduga Penculikan Siswi Kelas 4 SD di Depan Sekolah, Laporan Masuk Polsek Padang Ulak Tanding

REJANG LEBONG — Suasana di Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, digegerkan dengan beredarnya rekaman CCTV yang diduga memperlihatkan aksi penculikan seorang siswi kelas 4 sekolah dasar.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada siang hari di jalan depan sekolah. Rekaman Camera 01 menunjukkan waktu sekitar 13.08 WIB. Dalam video, seorang pria mengenakan kaos berwarna gelap dan celana pendek terlihat mendekati seorang anak perempuan yang mengenakan pakaian berwarna biru.

Pria tersebut kemudian tampak menggendong anak itu dan berlari meninggalkan lokasi menuju arah permukiman warga.

Rekaman CCTV tersebut kini menjadi salah satu informasi penting dalam penanganan perkara. Namun, identitas pria yang terlihat dalam video maupun status hukum yang bersangkutan masih harus dipastikan melalui proses penyelidikan kepolisian.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum peristiwa yang terekam CCTV tersebut, korban juga diduga mengalami kekerasan seksual sebanyak dua kali. Dugaan tersebut kini menjadi bagian yang perlu didalami aparat penegak hukum dan tidak dapat dianggap sebagai fakta sebelum adanya hasil penyelidikan dan pembuktian resmi.

Pihak keluarga disebut telah membuat laporan di Polsek Padang Ulak Tanding untuk meminta penanganan serta proses hukum atas kejadian tersebut. Kepala desa setempat, Kanedi, juga disebut telah mengetahui adanya laporan tersebut.

Perlindungan Anak Jadi Prioritas

Kasus ini tidak hanya menyangkut dugaan tindak pidana, tetapi juga keselamatan seorang anak yang masih berada di bawah umur. Karena itu, penanganan perkara diharapkan dilakukan secara cepat, profesional, sekaligus mengutamakan keselamatan dan kondisi psikologis korban.

Masyarakat juga diminta tidak mengambil tindakan sendiri maupun menyebarluaskan identitas, foto, alamat, sekolah, atau video yang dapat membuka identitas korban.

Dewan Pers menegaskan bahwa identitas anak korban kejahatan harus dilindungi, termasuk informasi yang secara tidak langsung dapat membuat anak mudah dikenali.

Publik kini menunggu langkah kepolisian untuk mengungkap secara terang siapa pria dalam rekaman tersebut, bagaimana kronologi sebenarnya, serta apa motif dan latar belakang peristiwa yang menimpa korban.

Jika masyarakat memiliki informasi yang dapat membantu penyelidikan, informasi tersebut sebaiknya disampaikan langsung kepada pihak kepolisian dan tidak disebarkan melalui media sosial.

Redaksi menegaskan tidak mempublikasikan identitas korban demi menjaga hak dan masa depan anak.

(Mey)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *