PARIS – Prancis kembali menjadi sorotan dunia setelah berhasil membuktikan bahwa pemanfaatan energi nuklir mampu menekan emisi karbon dalam skala nasional. Keberhasilan tersebut menjadikan Prancis sebagai salah satu negara dengan sistem kelistrikan paling rendah emisi di dunia.
Mayoritas kebutuhan listrik Prancis dipasok oleh pembangkit listrik tenaga nuklir yang telah menjadi tulang punggung sistem energi negara itu selama beberapa dekade. Dominasi energi rendah karbon tersebut membuat ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar fosil semakin berkurang, sehingga emisi gas rumah kaca dari sektor ketenagalistrikan dapat ditekan secara signifikan.
Pemerintah Prancis menilai energi nuklir merupakan komponen penting dalam upaya mencapai target netralitas karbon. Karena itu, negara tersebut terus memperkuat sektor nuklir melalui modernisasi reaktor yang ada, pembangunan pembangkit baru, serta pengembangan energi terbarukan sebagai pelengkap sistem kelistrikan nasional.
Keberhasilan Prancis menunjukkan bahwa transisi menuju energi bersih tidak hanya bergantung pada energi terbarukan seperti angin dan surya, tetapi juga dapat didukung oleh energi nuklir yang mampu menghasilkan listrik dalam jumlah besar dengan emisi karbon yang sangat rendah.
Model pengelolaan energi yang diterapkan Prancis kini menjadi perhatian banyak negara yang tengah mencari solusi untuk mengurangi emisi karbon tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik. Pengalaman tersebut dinilai menjadi salah satu contoh nyata bahwa energi nuklir dapat berperan penting dalam mendukung ketahanan energi sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim global.




